Bos Manchester City Pep Guardiola: Siapa Bilang Perburuan Gelar Juara Liga Primer Sudah Berakhir?
Pep Guardiola telah memperingatkan Manchester City bahwa mereka harus berjuang di setiap pertandingan jika ingin memenangkan gelar Liga Primer.
Keunggulan sang juara bertahan di puncak klasemen terpangkas menjadi enam poin setelah menderita kekalahan 3-2 dari Tottenham Hotspur, Minggu (20/2) WIB, sementara Liverpool sukses melibas Norwich City 3-1, sehari sebelumnya.
Tim asuhan Guardiola memiliki 12 pertandingan tersisa untuk dimainkan dan ia menegaskan timnya tidak akan memiliki perjalanan yang mudah untuk mempertahankan gelar.
Apa yang dikatakan?
“Kami harus berjuang untuk setiap pertandingan, dan setiap laga yang akan kami menangkan, kami akan semakin dekat [untuk juara],” ujar Guardiola kepada wartawan.
“Saya katakan beberapa pekan lalu, kami harus mengumpulkan banyak poin untuk menjadi juara dan inilah yang akan kami coba lakukan.”
“Saya pikir kami tampil baik – jujur. Saya tidak pernah mengatakan perburuan gelar sudah berakhir. Itu normal. Pada bulan Januari dan Februari tim-tim di bawah memenangkan pertandingan karena mereka semua berjuang untuk segalanya. Ini akan sulit dan kami tahu itu.”
“Tapi itu sudah terjadi. Kami kehilangan permainan. Kami akan berbenah di sesi latihan dan bersiap untuk pertandingan berikutnya.”
Man City vs Tottenham
City menjalani 13 pertandingan berturut-turut tanpa kekalahan menjelang pertandingan melawan Tottenham Hotspur.
Dejan Kulusevski membuka skor bagi tim tamu saat laga baru berjalan empat menit, tetapi Ilkay Gundogan menyamakan kedudukan bagi City sebelum turun minum.
Setelah Harry Kane mengembalikan keunggulan Spurs, Riyad Mahrez mengira ia telah memastikan satu poin bagi timnya ketika mencetak gol lewat titik putih di menit akhir pertandingan.
Tetapi Kane kembali mencetak gol untuk menutup pertandingan dan membawa Spurs meraih poin penuh di markas City.
Guardiola menambahklan: “Mereka bertahan di kotak 18 yard dan itu sangat sulit.”
“Mereka membuat kami untuk terus berada di luar kotak dan menutup celah di dalam kotak, dan kemudian setelah itu mereka bisa bermain dengan gaya mereka meski tidak terlalu sering.”
“Setiap kali kami mencoba masuk ke dalam, kami selalu buntu dan memindahkan bola dari satu sisi ke sisi yang lain. Tapi untuk banyak alasan, kami tidak bisa mencetak gol.”
“Gol pertama datang dari kualitas yang mereka miliki dan yang kedua sulit ditahan dan yang ketiga adalah kesalahan kami. Kami hampir imbang, dan mungkin menang, tapi selamat untuk Spurs.”